Artikel : Untukmu yang Masih Takut Menghadapi Masa Depan





Dalam kehidupan, terdapat tiga pembagian waktu (masa) yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. Namun diantara ketiga masa ini masa depanlah yang memiliki keunikan. Mungkin bagi sebagian orang yang sedang dalam usia tertentu, masa ini sering ditakuti. Khususnya bagi orang yang berada pada usia 18 sampai 25 tahun. Momen tersebut biasa dinamakan “quarter life crisis” atau “krisis hidup seperempat abad”
              Karena pada usia tersebutlah proses menuju kedewasaan terjadi. Seseorang yang dalam usia ini akan mengkhawatirkan masa depannya lima sampai sepuluh tahun mendatang. Kerap kali terbesit dalam pikirannya, “Apakah saya akan meneruskan sekolah atau bekerja?”, “Apakah saya akan naik gaji bulan depan?”, “Bagaimana kalau saya gagal ketika memilih keputusan ini?”,”Apakah kedepannya hidup saya akan begini-gini saja?” dan masih banyak lagi.
              Lalu, salahkah jika rasa takut ini terjadi pada seseorang? Tentu saja tidak, wajar saja jika hal ini terjadi pada seseorang apalagi yang sedang berada pada masa “quarter life crisis”. Karena, masa depan adalah masa yang masih terkesan abstrak. Masih sulit untuk diprediksi. Bahkan, kita juga mesti beruntung jika mengalami rasa takut ini. Itu berarti kita masih peduli akan diri kita. Dalam hati kecil kita, masih terdapat keinginan untuk menjadi yang terbaik di masa depan. Namun, kita juga tetap harus ingat, sesuatu yang berlebihan tidak akan pernah berakibat baik. Begitupun pada rasa takut itu, jika berlebihan justru hanya akan menghambat aktivitas kita.
              Psikolog Erin M. Naland, M.Psi, mendefinisikan takut sebagai bagian dari insting manusia untuk bertahan hidup dengan menghadapi (fight) atau menghindar (fright). “Takut justru membuat manusia lebih produktif sehingga rasa takut tetap diperlukan, sampai kadar tertentu. Namun, takut menjadi tidak baik ketika malah melumpuhkan aktivitas atau menjadi tidak produktif.” Jelas Erin. Maksud dari rasa takut membuat manusia menjadi lebih produktif adalah apabila seseorang dapat dengan bijak menyikapi rasa takut itu, dengan berani dan berusaha menghadapi rasa takut tersebut agar bisa mengatasinya. Bukan untuk terus menerus ditakuti yang pada akhirnya akan menghambat aktivitas dan kita tidak dapat maju.
              Lalu, apa yang sebenarnya melandasi seseorang untuk takut akan masa depan? Ternyata latar belakangnya hanya karena satu alasan, yaitu takut jika terjadi kegagalan. Belum juga dihadapi, namun pikiran sudah menuju pada yang negatif. Padahal faktanya, justru pikiran-pikiran negatif itulah yang dapat dengan mudah mengantarkan seseorang pada kegagalan. Jika sudah terlanjur dialami, berikut ini beberapa solusi agar kita bisa dengan bijak menyikapi masa depan tanpa harus dilanda rasa takut.

1. Tingkatkan Keimanan Kita



              Jadikan prinsip ini nomor satu dalam kehidupan anda. Dengan tetap berikhtiar semaksimal mungkin, setelah itu, bertawakallah kepada-Nya, Tetaplah berpikir positif pada ketentuan Allah. percayalah bahwa setiap keputusan Allah adalah yang terbaik untuk hamba-Nya, jikalau kelak  hasilnya tidak sesuai dengan harapan kita atau mengalami kegagalan, yakinlah Allah tidak akan membebani setiap hamba-Nya diluar batas kemampuannya. Kita pasti mampu mengatasinya.

2. Tingkatkan Komunikasi dengan Orang Tua atau Siapapun yang Merasa Dituakan



              Curahkan segala keluh kesahmu kepada orang tuamu atau orang yang kamu percaya. Obrolkan secara baik-baik dan mintalah saran kepada mereka bagaimana menghadapi dunia kerja atau kerasnya kehidupan, karena bagaimanapun mereka lebih berpengalaman darimu. Jika sarannya memang masuk akal dan baik untuk kehidupanmu, meskipun jika terjadi sedikit “silang pendapat” dengan kita, ikuti saja. Karena orang tua tidak mungkin menjerumuskan anaknya ke jalan yang sesat. Dengan banyak berkonsultasi, sedikit demi sedikit dilemamu akan hilang dan kamu akan merasakan kelegaan.

3. Perbanyak Membaca Buku atau Mengikuti Seminar Motivasi

              Dilema yang berlebih merupakan pertanda bahwa diri anda sedang membutuhkan motivasi baik secara internal (motivasi dari dalam diri) maupun eksternal (motivasi dari luar).

4. Rancang Cita-cita Anda Sejak Jauh Hari



              Tekadkan dalam diri, bahwa cita-cita anda selama ini bukan hanya sekadar angan belaka. Misalnya, jika anda berada di bangku SMA dan ingin melanjutkan kuliah setelag lulus nanti, maka persiapkan diri sejak kamu masih duduk di kelas sepuluh dengan banyak belajar dan rancang jurusan apa yang akan anda fokuskan sejak saat itu.

5. Ingatlah Bahwa Masa Depan Ada di Tangan Anda


              Pemuda merupakan jendela atau pintu yang selalu terbuka untuk mentransformasikan beberapa ide dan gagasan untuk mengubah kehidupan berbangsa dan bernegara menuju yang lebih baik. Karena itu, sebagai pemuda janganlah takut akan masa depan. Mau tidak mau, masa depan pasti akan anda hadapi dan akan berada di tangan anda.


SEMOGA BERMANFAAT

Comments

  1. Bermanfaat sekali, cocok untuk generasi milenial skrg ini

    ReplyDelete
  2. Terimakasih infonya zul, bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat. Terimakasih zulfa

    ReplyDelete
  4. Terima kasih infonya bermanfaat..

    ReplyDelete
  5. Thanks ya infonya, sangat bermanfaat👍

    ReplyDelete
  6. Thanks ya infonya, sangat bermanfaat👍

    ReplyDelete
  7. Thanks ya infonya, sangat bermanfaat👍

    ReplyDelete

Post a Comment